Langsung ke konten utama

Ketua DPRD DKI: Wali Kota Jangan Jadi Centeng Pengembang

Ketua DPRD DKI: Wali Kota Jangan Jadi Centeng Pengembang
Sumber: beritajakarta.com
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi meminta Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi segera menghentikan penertiban permukiman warga di RW 02, Mangga Besar, Taman Sari.

"Penertiban itu permintaan dari pengembang. Warga sudah berpuluh tahun di sana. Wali kota jangan jadi centengnya pengembang. Harus pro rakyat," katanya, di ruang rapat Komisi A DPRD DKI, Selasa (23/8).
Prasetyo mengaku prihatin dengan perlakuan petugas Satpol PP yang mengintimidasi warga di wilayah tersebut. Hal itu tidak mencerminkan sikap pemerintah daerah.
"Wali kota itu birokrat. Jangan ikut politik-politikan. Itu tugas saya dan anggota dewan lainnya," cetusnya.
Ia meminta Anas Effendi sebagai pemimpin wilayah bisa bersikap layaknya pemimpin. Masyarakat sudah selayaknya diperlakukan baik dalam kehidupannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Perpustakaan SMPN 246 Lubang Buaya Memprihatinkan

Kondisi gedung perpustakaan di SMPN 246 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur memprihatinkan. Akibat lahannya sempit, siswa yang membaca di ruang perpustakaan tersebut dibatasi maksimal hanya 10 orang dan harus duduk lesehan.

Waduk Bojong Indah Jadi Tempat Bersantai Warga

Pasca normalisasi waduk Bojong Indah, di komplek Perumahan Bojong Indah, Jalan Belimbing, RW 06, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat bebas sampah.