Langsung ke konten utama

Banggar DPRD Minta Bank DKI Tingkatkan Pelayanan

DPRD DKI Minta Bank DKI Tingkatkan Layanan
Sumber: beritajakarta.com
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyoroti kinerja Bank DKI yang hingga 2015 telah menerima dana Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) Rp 3,3 trilun dari total alokasi anggaran Rp 11 triliun.

Kinerja bank DKI disoroti karena besaran dana PMP yang diberikan saat ini dianggap tak sebanding dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
"Peningkatan pelayanan Bank DKI masih kurang," kata Bestari Barus, Anggota Banggar DPRD DKI saat membahas rancangan KUPA- PPAS Perubahan APBD 2016, Kamis (1/9). 
Bestari mengungkapkan, Banggar DPRD DKI Jakarta beberapa waktu lalu telah melakukan peninjauan ke kantor cabang Bank DKI di daerah Bandung, Jawa Barat. Dari hasil peninjauan itu diketahui jika kantor cabang bank tersebut tak berjalan.
"Padahal, sekitar 300 ribu warga Jakarta berangkat ke Bandung setiap akhir pekan. Tapi, kita tidak mampu memberikan ekstra layanan di sana," tuturnya.
Menanggapi hal itu, Dirut Bank DKI, Kresno Sediarsi menjelaskan, saat ini pihaknya tengah berkonsentrasi memberikan pelayanan ke warga, pengusaha dan juga Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam pengembangan pasar.
"Kami sekarang ini lebih fokus ke pengembangan market di Jakarta daripada potensi travel move on dari Jakarta ke Bandung," ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), saat ini jumlah warga yang memiliki rekening bank di Ibukota sekitar 15 juta nasabah. Dari jumlah itu, nasabah Bank DKI sendiri sekitar 1,8 juta.
Nasabah tersebut terdiri dari 600 ribu pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan 72 ribu nasabah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan masyarakat umum.
"Kami punya target sekitar 3 hingga 4 juta Kepala Keluarga (KK) di Jakarta ini menjadi nasabah Bank DKI," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

68 PNS DKI Belum Registrasi e-PUPNS

Badan Kepagawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta mencatat ada  1.848 pegawai negeri sipil (PNS) yang tak melakukan pendataan ulang PNS secara elektronik (e-PUPNS). Dari keseluruhan jumlah tersebut, hanya 68 di antara yang tidak diketahui keterangannya. Sementara lainnya sudah pensiun, diberhentikan dari PNS, meninggal, dan lain sebagainya.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.