Langsung ke konten utama

Trotoar di Gambir Marak Parkir Liar

Trotoar di Wilayah Gambir di Jadikan Tempat Parkir Liar
Sumber: beritajakarta.com
Trotoar yang baru saja diperbaiki, di Jalan Balikpapan dan Jalan Hasyim Ashari, Gambir, Jakarta Pusat dipenuhi mobil yang parkir sembarangan. Hal ini jelas menggangu fungsi trotoar untuk penjalan kaki.

Pantauan Beritajakarta.com, Selasa (9/8) siang, puluhan mobil terparkir di sepanjang jalan tersebut. Kebanyakan parkiran berada di depan restoran ataupun perkantoran. Nampak pejalan kaki tidak bisa memanfaatkan trotoar dan harus turun ke jalan raya.
Isna (35) salah satu pejalan kaki di Jalan Balikpapan menyayangkan banyaknya mobil yang memanfaatkan trotoar itu. Sebab jalan tersebut belum lama diperbaiki.
"Trotoar ini belum lama selesai diperbaiki, tapi malah jadi tempat parkir," katanya saat ditemui di lokasi, Selasa (9/8).
Hal yang sama juga dikatakan, Danti (28). Dirinya berharap ada tindakan tegas dari pemerintah agar memberikan efek jera, sehingga pemilik kendaraan tidak kembali memarkirkan kendaraannya di lokasi tersebut.
"Kalau bisa langsung derek dan tilang-tilangin aja biar kapok, diperbaiki biar jadi bagus dan nyaman ini malah dijadikan tempat parkir," keluhnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi (Sudinhubtrans) Jakarta Pusat, Harlem Simanjuntak mengatakan, pihaknya belum mengetahui trotoar di wilayah Gambir dijadikan tempat parkir. Namun dirinya segera menertibkan jika memang kendaraan parkir di atas trotoar.
"Segera kami akan buatkan jadwal untuk dilakukan penindakan, tapi untuk penjagaan tidak bisa dilakukan terus menerus," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

68 PNS DKI Belum Registrasi e-PUPNS

Badan Kepagawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta mencatat ada  1.848 pegawai negeri sipil (PNS) yang tak melakukan pendataan ulang PNS secara elektronik (e-PUPNS). Dari keseluruhan jumlah tersebut, hanya 68 di antara yang tidak diketahui keterangannya. Sementara lainnya sudah pensiun, diberhentikan dari PNS, meninggal, dan lain sebagainya.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Rusun Karang Anyar Harus Direhab Total

Rusun Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, saat ini kondisinya dinilai sudah tidak layak dihuni.  Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, mengusulkan agar rusun yang terletak di Jl G, RW 12, Karang Anyar tersebut, direhab total. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Ika Aji Lestari mengatakan, wacana untuk rehab total Rusun Karang Anyar memang ada. Namun sejauh ini belum dimasukkan dalam perencanaan anggaran 2016 yang dikemas dalam Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). “Secara kasat mata, bangunan Rusun Karang Anyar sudah tidak layak lagi, harus direvitalisasi agar bisa menampung jumlah warga lebih banyak lagi,” ujar Ika, Selasa (15/9). Ika berharap, wacana revitalisasi rusun tersebut dapat dimasukkan dalam perencanaan dan mendapatkan persetujuan dari dewan, sehingga jika anggaran sudah ada maka revitalisasi dapat dilakukan di 2016. Dia menambahkan, pihaknya juga belum melakukan sosialisasi kepada penghuni rusun, sebab belum adanya…