Langsung ke konten utama

Sudinparbud Jaktim Gelar Pembinaan Seni di Kelapa Dua Wetan

Sumber: beritajakarta.com
Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur melakukan pembinaan seni Kota Layak Anak (KLA) di RW 09, Kelapa Dua Wetan, Ciracas. Ini dilakukan dalam rangka pemenuhan hak anak dalam hal pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya.

"Ini RW percontohan layak anak di Jakarta timur. Pembinaan dan pelatihan diadakan setiaphari Rabu dan Kamis jam 15.00 - 17.00, dengan seni angklung," kata Sri Catur Setyowati, Kepala Seksi Pembinaan Kebudayaan, Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Timur, Senin (31/8).
Catur mengatakan, pihaknya ingin menciptakan lingkungan yang baik dan menyenangkan bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal. Sehingga mengarahkan secara positif anak sangat diperlukan. "Salah satu hal yang ikut membentuk kepribadian anak adalah lingkungan. Kita tidak mau lingkungan yang tidak sehat dan penuh dengan permasalahan sosial memberikan dampak buruk bagi perkembangan anak," kata Catur.
Menurut Catur, memang pada awalnya anak-anak yang tertarik dengan kegiatan ini belum banyak. Namun karena melihat dan juga ajakan dari teman, saat ini sudah cukup lumayan. "Dari yang mulanya diikuti 20 anak, sekarang menjadi 29 anak," ucapnya.
Kegiatan ini, lanjut Catur, juga sebagai sarana pengembangan diri dari anak. Agar ke depan bisa lebih maju dan berani dalam menampilkan hal positif dari diri mereka. "Memberikan perlindungan kepada anak untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal, dengan menyediakan sarana beraktifitas di bidang seni. Rencananya, tanggal 5 September nanti mereka akan tampil peringatan HUT RI di RW 09," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Rusun Karang Anyar Harus Direhab Total

Rusun Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, saat ini kondisinya dinilai sudah tidak layak dihuni.  Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, mengusulkan agar rusun yang terletak di Jl G, RW 12, Karang Anyar tersebut, direhab total. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Ika Aji Lestari mengatakan, wacana untuk rehab total Rusun Karang Anyar memang ada. Namun sejauh ini belum dimasukkan dalam perencanaan anggaran 2016 yang dikemas dalam Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). “Secara kasat mata, bangunan Rusun Karang Anyar sudah tidak layak lagi, harus direvitalisasi agar bisa menampung jumlah warga lebih banyak lagi,” ujar Ika, Selasa (15/9). Ika berharap, wacana revitalisasi rusun tersebut dapat dimasukkan dalam perencanaan dan mendapatkan persetujuan dari dewan, sehingga jika anggaran sudah ada maka revitalisasi dapat dilakukan di 2016. Dia menambahkan, pihaknya juga belum melakukan sosialisasi kepada penghuni rusun, sebab belum adanya…