Langsung ke konten utama

Malam Tahun Baru, 317 Tenaga Kesehatan Disiagakan

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengerahkan 317 per‎sonel medis dan non medis di lokasi-lokasi perayaan malam tahun baru. Bukan hanya itu, 76 mobil ambulans pun disiagakan.
‎Koesmedi mengatakan, ratusan personel dan puluhan ambulan tersebut dikerahkan ke 50 titik seperti di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Masjid I‎stiqlal dan Gereja Kathedral di Jakarta Pusat. Di Jakarta Utara di antaranya Pantai Karnaval Ancol, Pantai Festival, Hailai, Waduk Pluit dan Lapiazza."317 personel dan 76 ambulans yang kita kerahkan, akanstandby dan disebar di enam wilayah DKI," ujar Koesmedi Priharto, Kepala Dinkes DKI Jakarta, Kamis (31/12).
"Di Jakarta Barat seperti di kawasan Kota Tua, Mall Taman Anggrek dan Kantor Wali Kota Jakarta Barat," ucapnya.
Sementara di Jakarta Selatan, lanjut Koesmedi, petugas medis dan ambulan ditempatkan di Taman Margasatwa (TMR) Ragunan‎, Gereja Bethesda, Gereja Bukit Maria, HKBP Petukangan, St Yohanes, Gereja Gideon, GKI Kebayoran Baru, Terminal Blok M, Setu Babakan dan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.
Di wilayah Jakarta Timur, petugas ditempatkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Terminal Pulo Gadung, Terminal Rawamangun dan Kawasan Industri Pulo Gadung. Di wilayah Kepulauan Seribu, petugas dipusatkan di Dermaga Pulau Pramuka, Pulau Harapan, Pulau Pari dan Pulau Untung Jawa.
‎"Seluruh personel kami siagakan mulai pukul 11 siang ini sampai pukul 3 pagi besok. Selain itu juga kami siagakan 25 orang dalam tim kejadian luar biasa," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Rusun Karang Anyar Harus Direhab Total

Rusun Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, saat ini kondisinya dinilai sudah tidak layak dihuni.  Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, mengusulkan agar rusun yang terletak di Jl G, RW 12, Karang Anyar tersebut, direhab total. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Ika Aji Lestari mengatakan, wacana untuk rehab total Rusun Karang Anyar memang ada. Namun sejauh ini belum dimasukkan dalam perencanaan anggaran 2016 yang dikemas dalam Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). “Secara kasat mata, bangunan Rusun Karang Anyar sudah tidak layak lagi, harus direvitalisasi agar bisa menampung jumlah warga lebih banyak lagi,” ujar Ika, Selasa (15/9). Ika berharap, wacana revitalisasi rusun tersebut dapat dimasukkan dalam perencanaan dan mendapatkan persetujuan dari dewan, sehingga jika anggaran sudah ada maka revitalisasi dapat dilakukan di 2016. Dia menambahkan, pihaknya juga belum melakukan sosialisasi kepada penghuni rusun, sebab belum adanya…