Langsung ke konten utama

TP PKK Lenteng Agung Manfaatkan Limbah Kain Menjadi Pot Bunga


Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Lenteng Agung memanfaatkan limbah kain sebagai pot yang bernilai ekonomis. Bahan dasar kain yang mereka gunakan didapat dari kain sisa konveksi di kawasan Kelurahan Lenteng Agung, serta baju bekas yang sudah tidak terpakai.

Anggota TP PKK Kelurahan Lenteng Agung, Siswanti mengatakan, pembuatan pot tanaman berbahan dasar kain limbah dilakukan di belakang halaman rumahnya di Jl Agung Raya II Nomor 20 RT 1/04, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Dalam waktu kurang lebih dua bulan ini, kami telah membuat sebanyak 200 pot berbahan kain dan segera dipasarkan," ujarnya, Selasa (26/9).

Menurut Siswanti, membuat pot ini memiliki tingkat kesulitan dan kesabaran yang sangat tinggi. Sebab bahan dasar kain dan ketebalan kain harus benar-benar diperhatikan sebelum kain tersebut dicampur dengan semen. Teknisnya, kain dicampur dengan semen lalu dicetak dan dijemur.

Setelah kering, pot tersebut diwarnai dengan pewarna cat minyak atau air, sesuai dengan selera. Biasanya, untuk mencetak satu pot membutuhkan waktu lebih kurang satu minggu. Selanjutnya pot-pot ini akan dijual seharga Rp 10 ribu hingga Rp 300 ribu, tergantung warna, ukuran dan tingkat kesulitan.

"Kemudian, dua setengah persen dari hasil penjualan akan disumbangkan untuk kegiatan sosial, dan sisanya untuk pemasukan pribadi dan uang kas,” tandasnya.

Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...

Satpel Bina Marga Jagakarsa Bangun Trotoar di Jalan Joe

Satpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membangun trotoar di Jalan Joe, RW 06, Kelurahan Jagakarsa. Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat khusus pejalan kaki. "Total ada dua segmen di lokasi yang sama, segmen pertama sepanjang 30 meter sudah rampung pada Rabu (7/11). Segmen kedua 20 meter sedang dipersiapkan penataan materialnya hari ini,” kata Inayozi, Kasatpel Bina Marga Jagakarsa, Kamis (8/11). Pembangunan trotoar tersebut memanfaatkan material kanstin sisa pakai yang masih layak. Tidak hanya membangun, Satpel Bina Marga Jagakarsa juga mengecat kanstin untuk menambah keindahan estetika. "Trotoar kita finishing lalu dicat agar lebih indah dan rapi. Segmen dua ini rampung delapan hari ke depan,” tandasnya. Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Waduk Bojong Indah Jadi Tempat Bersantai Warga

Pasca normalisasi waduk Bojong Indah, di komplek Perumahan Bojong Indah, Jalan Belimbing, RW 06, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat bebas sampah.