Langsung ke konten utama

Komisi B Dalami Raperda APBD Perubahan 2018


Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta hari ini menggelar rapat kerja bersama tujuh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mendalami Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2018.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta,  Abdurahman Suhaimi mengatakan, dalam pembahasan ini, pihaknya menyoroti perencanaan program kerja di SKPD dan BUMD yang masih kurang matang.

"Kita mencocokan angka. Berapa anggaran di APBD penetapan dan perubahan. Perencanaan itu yang paling kita soroti," ujarnya, Kamis (27/9).

Atas dasar itu, ia meminta kepada tujuh SKPD dan BUMD agar lebih cermat lagi dalam merencanakan anggaran. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung warga Ibukota.

Adapun tujuh SKPD yang hadir dalam rapat ini meliputi Dinas  Perhubungan (Dishub), Dinas Perindustrian dan Energi (DPE), Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP).

Kemudian Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (KUKMP), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan Biro Perekonomian DKI Jakarta.

"Kalau ada pengurangan itu bisa kita cari. Bagi kita yang penting itu kenapa bisa terjadi pengurangan. Makanya SKPD ini haruslah cermat dalam perencanaan anggaran," tandasnya.

Sekadar diketahui, nilai APBD Perubahan tahun 2018 naik sebesar 7,97 persen atau Rp 6,14 triliun dari APBD 2018 sebesari Rp 77,11 triliun menjadi Rp 83,26 triliun.



Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Rusun Karang Anyar Harus Direhab Total

Rusun Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, saat ini kondisinya dinilai sudah tidak layak dihuni.  Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, mengusulkan agar rusun yang terletak di Jl G, RW 12, Karang Anyar tersebut, direhab total. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Ika Aji Lestari mengatakan, wacana untuk rehab total Rusun Karang Anyar memang ada. Namun sejauh ini belum dimasukkan dalam perencanaan anggaran 2016 yang dikemas dalam Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). “Secara kasat mata, bangunan Rusun Karang Anyar sudah tidak layak lagi, harus direvitalisasi agar bisa menampung jumlah warga lebih banyak lagi,” ujar Ika, Selasa (15/9). Ika berharap, wacana revitalisasi rusun tersebut dapat dimasukkan dalam perencanaan dan mendapatkan persetujuan dari dewan, sehingga jika anggaran sudah ada maka revitalisasi dapat dilakukan di 2016. Dia menambahkan, pihaknya juga belum melakukan sosialisasi kepada penghuni rusun, sebab belum adanya…