Langsung ke konten utama

Djarot: Mayoritas Pemukiman Padat Tidak Sehat

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat mengakui masih banyak pemukiman padat penduduk di ibu kota yang mayoritas lingkungannya tidak sehat.
Menurut mantan Walikota Blitar ini, umumnya bangunan di Kelurahan Karang Anyar memiliki ukuran 2x3 meter persegi serta 3x4 meter persegi. Jarak antara satu bangunan dengan bangunan lainnya sangat berdekatan sehingga sangat minim ruang terbuka. Kondisi ini dinilai sangat tidak baik untuk kesehatan."Banyak pemukiman padat seperti ini di Jakarta dan ini tidak sehat," kata Djarot usai memberikan bantuan untuk korban kebakaran di Jalan D,Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (24/2).
Atas semua masalah pemukiman ini, kata Djarot, pihaknya akan menggelar rapat khusus dengan pihak terkait. Ia mengaku tidak mau mengambil keputusan gegabah sehingga merugikan warga.
"Kita akan rapatkan khusus. Apakah kita revitalisasi, akan kita pikirkan entah kampung deret atau pindah ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dan ini butuh suatu pemikiran," ujar Djarot.
Dikatakan Djarot, saat ini pihaknya tengah fokus membantu korban kebakaran. Salah satunya membangun tempat pengungsian yang layak serta menjamin pendistribusian bantuan secara merata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Tahun Ini BPKAD akan Selesaikan Input Aset DKI di E-Aset

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI diminta untuk menyerahkan daftar aset yang dikelola kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Ini untuk mempercepat proses input data di program aset elektronik (e-aset).