Langsung ke konten utama

Ahok: Penyandang Down Syndrome Butuh Perhatian Khusus

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan, setiap manusia memiliki derajat dan hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan serta kehidupan layak, tak terkecuali bagi penyandang down syndrome. Namun, ia juga meminta penyandang down syndrome diberikan perhatian khusus dan kesempatan untuk mengasah bakat maupun kemampuan agar dapat tumbuh secara optimal.
“Kita harus perhatikan secara khusus, juga terutama orang tua. Pasti ada kelebihan khusus yang Tuhan titipkan kepada anak-anak dengan down syndrome seperti ini," ujarnya pada acara Hari Down Syndrome sedunia di Balaikota Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (24/2).
Mantan Bupati Belitung Timur itu meyakini setiap orang, termasuk para penyandang down syndrome memiliki kelebihan, asalkan orangtua mengasuh dengan kesabaran dan ketekunan.
"Orangtua mesti sabar, saya percaya Tuhan punya rencana yang saya sendiri nggak tahu," tuturnya.
Ia pun berkeyakinan bahwa ada kelebihan terpendam yang dimiliki oleh anak-anak down syndrome. Salah satu kelebihan yang dimiliki anak down syndrome yakni ketekunan luar biasa yang tidak dimiliki orang lain. Alhasil, ketekunan ini membuat mereka berhasil meraih prestasi di kancah internasional.
"Ketekunan mereka luar biasa, seperti juara golf se-Asia Tenggara. Kita bersyukur banyak yang bisa juara, dilatih‎, bahkan angklungnya, dia latihan 10 tahun. Mereka bisa menikah dengan normal kok," tambahnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Tahun Ini BPKAD akan Selesaikan Input Aset DKI di E-Aset

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI diminta untuk menyerahkan daftar aset yang dikelola kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Ini untuk mempercepat proses input data di program aset elektronik (e-aset).