Langsung ke konten utama

Belasan Becak Terjaring Razia di Jakut

Belasan becak kembali terjaring razia di tiga lokasi di Jakarta Utara, Selasa (24/2). Selain menyebabkan kemacetan dan melanggar Perda No 8 Tahun 2007 tentang ketertiban umum, keberadaan becak tersebut kerap dikeluhkan warga.
Dari 14 becak, empat di antaranya diangkut dari Jl Raya Kramat Jaya, Koja, 4 di Jl Raya Budi Kemuliaan, Pademangan, dan 6 unit becak lain diangkut dari kawasan Terminal Tanjung Priok. Sebanyak 50 personel Satpol PP dikerahkan untuk menyisir 3 lokasi tersebut sejak pagi hingga sekitar pukul 15.00.
Kasatpol PP Jakarta Utara, Iyan Sophian Hadi, mengatakan, keberadaan becak selama ini dikeluhkan meresahkan masyarakat. Sebab, mereka dirasa mengganggu dan menyebabkan kesemrawutan lalu lintas.
"Makanya kita terus sisir lokasi-lokasi yang dikeluhkan marak beroperasi becak. Untuk operasi yang dilaksanakan hari ini ada 14 becak yang kita razia," ujar Iyan, Selasa (24/2).
Dikatakan Iyan, setelah dirazia, becak-becak tersebut langsung dibawa ke gudang penampungan Satpol PP di Cakung. Nantinya, becak tersebut akan dibuat jadi rumpon di laut.
"Keberadaan mereka melanggar Perda No 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum. Sampai sekarang sudah sekitar 50 becak yang kita razia, ke depan kita akan terus razia," tandasnya.                                                                   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Tahun Ini BPKAD akan Selesaikan Input Aset DKI di E-Aset

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI diminta untuk menyerahkan daftar aset yang dikelola kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Ini untuk mempercepat proses input data di program aset elektronik (e-aset).