Langsung ke konten utama

Cegah Jual Beli Rusun, Penghuni Rusunawa Didata

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dinas Dukcapil) DKI Jakarta mendata penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Pendataan ini dimaksudkan untuk memastikan penghuni rusunawa memiliki kartu tanda penduduk (KTP) DKI Jakarta yang sesuai dengan alamat rusunawa yang ditempati. Selain itu, pendataan juga untuk mencegah terjadinya praktik jual beli maupun sewa unit rusunawa.

“Jadi, tidak ada lagi warga yang menghuni unit rusun ternyata tidak sesuai dengan domisili di KTP. Ini mengantisipasi agar tidak terjadi jual beli maupun sewa unit rusun,“ ujar Edison Sianturi, Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, di sela-sela acara peresmian Rusunawa Tambora, Jakarta Barat, Selasa (24/2) siang.
Dia mengatakan, saat ini proses pendataan masih terus berlangsung. "Proses pendataan masih terus berlangsung. Kami siapkan petugas dan mobil pelayanan kependudukan di lokasi rusun," katanya.
Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, Ika Lestari Aji mengungkapkan, ratusan kepala keluarga (KK) yang telah terdaftar dapat menempati unit di Rusunawa Tambora. “Yang sudah terdaftar sudah dapat menghuni unit rusun,“ ujarnya.
Ia menjelaskan, Rusunawa Tambora merupakan rumah sewa pertama bagi warga ekonomi lemah di ibu kota yang dilengkapi fasilitas lift. Rusunawa Tambora berdiri di lahan seluas seluas 21.743 meter persegi yang dibangun sejak Agustus 2013 terdiri dari tiga tower setinggi 16 lantai dengan kapasitas sebanyak 549 unit. "Sebanyak 477 unit akan ditempati penghuni lama dan 72 unit lainnya diperuntukkan bagi warga terkena dampak relokasi," ungkapnya.
Ia menambahkan, penghuni rusunawa Tambora akan dikenakan biaya retrebusi sebesar Rp 458.000 setiap bulan, termasuk biaya pemeliharaan lift dan taman rusun. “Seluruh transaksi pembayaran sewa rusun menggunakan autodebet rekening Bank DKI,“ tambahnya.
Sekadar diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama meresmikan empat rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yakni Tambora, Jatinegara Kaum, Pulo Gebang dan Cipinang Besar Selatan, Selasa (24/2) pagi. Peresmian keempat rusun dipusatkan di Rusunawa Tambora, Jakarta Barat.
Turut hadir dalam peresmian rusunawa Tambora, Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, Asisten Sekda bidang Pembangunan DKI Mara Oloan Siregar, Kepala Inspektorat DKI Lasro Marbun, Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI Irmansyah, dan Kepala Satpol PP DKI Kukuh Hadi Santoso.
Selain meresmikan rusun, Basuki juga secara simbolis memberikan KTP dan kartu autodebet Bank DKI kepada beberapa penghuni rusun.
   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Belasan PSK di Tanah Abang Terjaring Razia

Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan 16 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang Blok G dan Stasiun Tanah Abang, Sabtu (18/4) dini hari. Mereka kemudian dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, ke-16 wanita PSK itu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Di panti sosial ini mereka akan diberikan beragam keterampilan sebagai modal agar tidak lagi menekuni profesi lamanya. "Seluruh PSK kami amankan dari sekitar Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang," kata mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menambahkan, sejumlah keterampilan yang diajarkan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II antara lain menjahit, memasak dan tata rias. "Pembinaan diberikan selama enam bulan," jelas Susana.

Rusun Karang Anyar Harus Direhab Total

Rusun Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, saat ini kondisinya dinilai sudah tidak layak dihuni.  Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, mengusulkan agar rusun yang terletak di Jl G, RW 12, Karang Anyar tersebut, direhab total. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Ika Aji Lestari mengatakan, wacana untuk rehab total Rusun Karang Anyar memang ada. Namun sejauh ini belum dimasukkan dalam perencanaan anggaran 2016 yang dikemas dalam Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). “Secara kasat mata, bangunan Rusun Karang Anyar sudah tidak layak lagi, harus direvitalisasi agar bisa menampung jumlah warga lebih banyak lagi,” ujar Ika, Selasa (15/9). Ika berharap, wacana revitalisasi rusun tersebut dapat dimasukkan dalam perencanaan dan mendapatkan persetujuan dari dewan, sehingga jika anggaran sudah ada maka revitalisasi dapat dilakukan di 2016. Dia menambahkan, pihaknya juga belum melakukan sosialisasi kepada penghuni rusun, sebab belum adanya…