Langsung ke konten utama

Plh Gubernur Buka Pelaksanaan Seleksi CPNS di Kantor Walkot Jaksel


Pelaksana Harian (Plh) Gubernur DKI Jakarta, Saefullah secara resmi membuka pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov DKI Jakarta di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (31/10).

"Seleksi kompetensi dasar inI diikuti sebanyak 25.906 peserta," ujar Saefullah, Rabu (31/10).

Dijelaskan Saefullah, kuota yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemprov DKI tahun ini sebanyak 3.224 orang. Sedangkan yang mendaftar CPNS Pemprov DKI Jakarta sebanyak 33.773 orang dan terverifikasi 25.906 orang.

Rinciannya, 34 orang difabel, 194 orang eks tenaga honorer kategori 2 (K2) , tes dilakukan dari tanggal 31 Oktober hingga 5 November 2018.

"Untuk materi soal ujian, kami tidak tahu menahu, sebab semua soal sudah terkomputerisasi dari Pemerintah Pusat," jelasnya. 

Ia menambahkan, pelaksanaan seleksi itu diawasi langsung oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DKI Jakarta yang secara resmi ditugaskan oleh Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Jakarta sebagai pelaksananya.

Saefullah mengimbau agar para peserta seleksi tidak tergiur tawaran atau iming-iming masuk PNS dengan menyetorkan sejumlah biaya oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebab seleksi ini sangat transparan, jadi jangan tergiur dengan iming-iming.

"Maka cukup berdoa, jawab soal dengan fokus dan baik," tandasnya.


Artikel ini tayang di - Beritajakarta.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Tipar Cakung Raya Marak PKL

Sumber: beritajakarta.com Pedagang kaki lima (PKL) semakin marak di sepanjang Jalan Tipar Cakung Raya, Sukapura, Jakarta Utara. Lapak-lapak PKL digelar di atas trotoar kiri kanan jalan. Dari pantauan Beritajakarta.com , lapak PKL sangat mengganggu pejalan kaki yang melewati trotoar. Bahkan, ada juga lapak yang berada di bahu jalan. Sehingga sering menghambat arus lalu lintas di jalan tersebut. Terkait hal ini, Lurah Sukapura, Supardi mengatakan, PKL di sisi kanan dan kiri Jalan Tipar Cakung Raya telah ada sejak lama. Ia pun mengaku kesulitan menertibkan PKL, karena banyak yang juga merupakan warga sekitar. "Sulit, PKL‎ di sana itu banyakan warga sini juga," ucapnya, Senin (12/10). Namun Supardi akan segera membawa permasalahan PKL ke rapat pimpinan (Rapim) Pemerintah Kota (Pemkot) AdministrasiJakarta Utara. "Mudah-mudahan dari sana akan ada jawaban dan tindak lanjut yang jelas," tandasnya‎.

Keluarga Pasien Protes, Tarif Parkir RSUD Koja Mahal

Sumber: beritajakarta.com Para pembesuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara, mengeluhkan sistem tarif parkir yang diterapkan di rumah sakit tersebut. Menurut mereka, sistem tarif parkir per jam sangat memberatkan. Keluarga dan kerabat pasien mengaku keberatan dengan tingginya tarif parkir yang diterapkan. Apalagi kalau mereka sedang menemani atau menjaga keluarganya yang tengah dirawat di rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta tersebut. "Sangat mahal. Ini kan rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta. Harusnya tarif parkir tidak semahal ini," keluh Saiman (29), salah satu keluarga pasien, Jumat (2/10). Menurut Saiman, tidak sepatutnya rumah sakit justru membebani dengan biaya tinggi kepada keluarga pasien, terlebih mengenai tarif parkir. Hal senada diungkapkan Harum (30), yang sedang menunggu kerabatnya yang tengah dirawat di rumah sakit tersebut. "Saya sangat keberatan dengan tarif parkir yang mahal," cetusnya. Berdasarkan pantau

Bahagianya Peserta Itsbat dan Nikah Massal

Suasana suka cita dan haru menyelimuti pasangan-pasangan yang menjadi peserta itsbat dan nikah massal yang difasilitasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Ya, bertepatan dengan malam Tahun Baru, sebanyak 574 pasangan mengikuti itsbat dan nikah massal di Park and Ride Thamrin 10, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Perasaan bahagia di antaranya diungkapkan oleh pasangan termuda Jimmy (19) dan Rizka (19) yang telah resmi menjadi suami istri. Jimmy yang tercacat sebagai warga Cikini, Jakarta Pusat mengatakan, dirinya sangat terkesan dan beterima kasih kepada Pemprov DKI yang telah memfasilitasi nikah massal tanpa dipungut biaya alias gratis. "Keluarga dan teman-teman juga ikut hadir, saya sangat berbahagia sekali," ujarnya, Senin (31/12) malam. Sementara Rizka, istri Jimmy menuturkan, berbagai keperluan, termasuk mahar telah disiapkan oleh Pemprov DKI. "Alhamdulillah, pernikahan kami disaksikan langsung oleh Pak Gubernur dan keluarga," ungkapnya. Ke