Langsung ke konten utama

Pasar Harus Jadi Inkubator Pedagang

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ingin agar pasar menjadi inkubator bagi pedagang. Untuk itu, dirinya merekrut profesional untuk menempati jajaran direksi PD Pasar Jaya, yang merupakan BUMD DKI.


"Jadi pasar itu harus jadi inkubator bagi pedagang. Barang itu harus belajar membeli murah dan baik, bukan bagaimana cara menjual "
"Jadi pasar itu harus jadi inkubator bagi pedagang. Barang itu harus belajar membeli murah dan baik, bukan bagaimana cara menjual," kata Basuki usai meresmikan Kantor PD Pasar Jaya, di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat (24/8).
Basuki mengaku senang dengan kinerja direksi baru. Karena mereka bisa mengimplementasikan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
"Saya tarik Dirut PD Pasar Jaya dari profesional. Dia lebih pintar dari saya karena memang dari dulu dilahirkan dari grup, dilatih di Hero dulu, salah satu supermarket besar," ujarnya.
Basuki meminta BUMD DKI yang bergerak dibidang pangan, yakni PD Pasar Jaya, PT Food Station Tjipinang, dan PD Dharma Jaya untuk bersinergi. Tujuannya agar bisa menekan harga sembako di Jakarta.
"Saya ingin visi DKI dikerjakan secara profesional. Tujuannya untuk menekan sembako. Saya yakin kalau orang Jakarta, gajinya enggak usah terlalu besar, yang penting biaya hidup murah terus ada simpan. Itu saja intinya," ucapnya.
Ketiga BUMD ini diminta untuk menangani urusan pangan di Jakarta, karena selama ini pemerintah susah melakukan intervensi harga kebutuhan pokok. "Transportasi urusan saya, perumahan urusan saya, tapi sembako kan saya enggak ngerti bisnis sembako. Ini harus ada orang yang modern‎, yang punya ide. Jadi kami sampaikan kebijakannya," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asian Games, 28 Cabor Dipertandingkan di Jakarta

Kota Jakarta bersama Pelembang akan menjadi tuan rumah penyelanggaraan Asian Games 2018 mendatang. Dari 36 cabang olahraga (cabor) yang dipertadingkan, 28 diantaranya akan dilangsungkan di Jakarta. Sementara sisanya akan digelar di Palembang. "Insya Allah ada 28 cabor digelar di Jakarta, totalnya ada 36 cabor. Jadi sisanya 8 cabor dilangsungkan di Palembang," ujar Sylvi, sapaan akrabnya, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (30/3).Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Kebudayaan dan Pariwisata, Sylviana Murni mengatakan menuturkan, sebanyak 28 cabor Asian Games akan digelar di Jakarta. Namun, dari jumlah itu sebagian diantaranya akan digelar di daerah sekitar Jakarta seperti, Jawa Barat dan Banten. Dia menyebutkan, Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI akan melakukan rehab, baik ringan, berat maupun total terhadap venue yang ada. Sedangkan untuk Stadion BMW, ditambahkan Sylvi, nantinya hanya akan dijadikan alternatif venue. "Stadion BMW jadi alternatif venue. Un...

Pembangunan Tanggul Pantura Jakarta untuk Kurangi Banjir

Banjir di Jakarta belum dapat terselesaikan sebelum pembangunan tanggul di pantai utara Jakarta selesai. Sebab saat ini tanggul yang ada hanya setinggi 2,8 meter, masih di bawah gelombang rob yang mencapai tiga meter.

Hentikan Reklamasi, Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau

Pemprov DKI Jakarta mencabut izin prinsip pulau reklamasi di teluk Jakarta. Keputusan ini didasari oleh rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura) Jakarta. Seiring dengan keputusan tersebut, Izin Prinsip sebanyak 13 pulau yang belum dibangun dicabut. Sementara, untuk pulau lainnya yang sudah selesai dikerjakan akan dikelola untuk kepentingan publik. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, penghentian tersebut tidak hanya terkait pengerjaannya saja, tapi juga secara keseluruhan. Pasalnya, selain Izin Prinsip, pencabutan juga dilakukan terkait izin pelaksanaan. "Saya nyatakan, reklamasi di Jakarta hanya tinggal menjadi bagian sejarah," ujarnya, saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/9). Anies menjelaskan, 13 pulau yang belum dibangun masing-masing yakni, Pulau A, B, dan E (PT Kapuk Naga Indah); Pulau I, J, dan K (PT Pembangunan Jaya Ancol); Pulau M (PT Manggala Krida Yudha); Pulau O dan F (PT Jakarta Prop...