Langsung ke konten utama

Pembebasan Lahan Waduk Pondok Ranggon Terkendala

Pembangunan Waduk Pondok Ranggon 1 dan 2, Cipayung, Jakarta Timur, saat ini masih terkendala pembebasan lahan. Selain itu, untuk memasukan alat berat, jalan lingkungan tidak bisa dilintasi.


"Kendala di Waduk Pondok Ranggon, masih ada lahan yang belum dibebaskan. Pemilik tanahnya masih simpang siur "
Staf Bidang Sungai dan Pantai Sistem Aliran Timur Dinas Tata Air DKI, Asep Setia Permana mengatakan, Waduk Pondok Ranggon 1 dan 2 merupakan waduk yang ditarget harus tuntas pembangunannya tahun 2016 ini.
"Kendala di Waduk Pondok Ranggon, masih ada lahan yang belum dibebaskan. Pemilik tanahnya masih simpang siur. Namun lurah Pondok Ranggon, akan bantu Dinas Tata Air DKI untuk kumpulkan dan sosialisasikan ke warga," ujar Deden, Senin (22/8).
Pihaknya juga mengaku sudah melakukan survei ke lokasi, untuk memastikan jalur alat berat. Namun ternyata jika lewat jalur jalan lingkungan alat berat tidak bisa masuk. Jalan satu-satunya harus melalui areal Mabes TNI. Karenanya pihaknya akan koordinasi dengan pihak Mabes, agar alat berat bisa mencapai lokasi pembangunan waduk.
"Pembangunan Waduk Pondok Ranggon 1 dan 2 harus tuntas tahun ini. Kita akan koordinasi dengan Mabes TNI untuk akses alat beratnya," tandas Deden.
Di wilayah Pondok Ranggon, sebenarnya akan dibangun tiga waduk. Luasnya, untuk Pondok Ranggon 1 adalah 11,5 hektare. Kemudian Pondok Ranggon 2 seluas 5 hektare, dan Pondok Ranggon 3 seluas 2 hektare. Namun yang diprioritaskan tuntas pembangunannya tahun ini adalah Waduk Pondok Ranggon 1 dan 2.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

68 PNS DKI Belum Registrasi e-PUPNS

Badan Kepagawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta mencatat ada  1.848 pegawai negeri sipil (PNS) yang tak melakukan pendataan ulang PNS secara elektronik (e-PUPNS). Dari keseluruhan jumlah tersebut, hanya 68 di antara yang tidak diketahui keterangannya. Sementara lainnya sudah pensiun, diberhentikan dari PNS, meninggal, dan lain sebagainya.

Sampah Botol Plastik Diolah Jadi Hiasan HUT RI

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 berbagai kegiatan dan kreatifitas dilakukan oleh warga DKI Jakarta. Mengolah sampah anorganik menjadi hiasan, merupakan salah satu cara untuk bisa menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan oleh warga Jalan Hanafi, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka membuat hiasan dari botol-botol plastik bekas, yang kemudian dibersihkan dan diberikan warna agar terlihat menarik.

"Ada warga yang hobi mengumpulkan botol-botol plastik dari warga. Lalu dengan bersama-sama warga RW 02 dibersihkan dan diberikan cat warna merah putih, terus disusun," ujar Dody Taruna, Lurah Pondok Bambu, Kamis (13/8).
Menurut Dody, kegiatan ini sangat baik dilakukan oleh warganya. Bukan hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga hubungan emosional antar warga. "Bagus kan, kita olah lagi sampah-sampah plastik jadi barang yang lebih berguna…

Rusun Karang Anyar Harus Direhab Total

Rusun Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, saat ini kondisinya dinilai sudah tidak layak dihuni.  Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, mengusulkan agar rusun yang terletak di Jl G, RW 12, Karang Anyar tersebut, direhab total. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Ika Aji Lestari mengatakan, wacana untuk rehab total Rusun Karang Anyar memang ada. Namun sejauh ini belum dimasukkan dalam perencanaan anggaran 2016 yang dikemas dalam Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). “Secara kasat mata, bangunan Rusun Karang Anyar sudah tidak layak lagi, harus direvitalisasi agar bisa menampung jumlah warga lebih banyak lagi,” ujar Ika, Selasa (15/9). Ika berharap, wacana revitalisasi rusun tersebut dapat dimasukkan dalam perencanaan dan mendapatkan persetujuan dari dewan, sehingga jika anggaran sudah ada maka revitalisasi dapat dilakukan di 2016. Dia menambahkan, pihaknya juga belum melakukan sosialisasi kepada penghuni rusun, sebab belum adanya…